wartaperang - Menteri Luar Negeri Aljazair Ramtane Lamamra mengatakan pada hari Jumat (25/7/2014) bahwa kelompok bersenjata hadir di dekat lokasi di mana penerbangan Air Algerie AH5017 hancur di Mali utara, Kamis.

Laamamra mengatakan informasi pertama tentang lokasi kecelakaan diterima dari kelompok bersenjata.

Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve, sementara itu, mengatakan penyebab paling mungkin dari kecelakaan Kamis itu akibat kondisi cuaca buruk, meskipun pihak berwenang tidak menutup hipotesis lain.

"Kami berpikir bahwa pesawat ini jatuh karena alasan yang berkaitan dengan kondisi cuaca", katanya di radio RTL.

Awak jet Spanyol telah mengisyaratkan mereka mengubah program pesawat karena kondisi cuaca yang sulit, dan sumber-sumber perusahaan dan pejabat mengatakan ada laporan telah terjadi badai berat pada saat itu.

Menteri transportasi Prancis Frederic Cuvillier mengatakan kemungkinan serangan dari tanah telah dikesampingkan "dari awal," menolak spekulasi bahwa pemberontak di utara yang bergolak Mali bisa menembak jatuh pesawat.

Dalam pidato televisi, Presiden Francois Hollande mengatakan tidak ada yang selamat dari kecelakaan itu, menambahkan bahwa kotak hitam pesawat telah ditemukan.

"Sayangnya, tidak ada yang selamat dari penerbangan AH5017 yang memiliki 116 orang di dalamnya, termasuk 51 warga Prancis", kata Hollande.

Sepuluh orang dari keluarga yang sama dan berasal dari daerah sebelah timur Perancis tewas dalam kecelakaan Air Algerie, pejabat lokal dan kerabat mengatakan Jumat ketika tragedi menyedihkan ini semakin terungkap.

Para anggota keluarga Reynaud berada di dalam daftar pesawat yang jatuh Kamis di Mali, otoritas lokal dari kota-kota dimana beberapa dari mereka tinggal bersama keluarga mereka telah mengkonfirmasi hal ini.

sumber: alarabiya
oleh: n3m0

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top