wartaperang - Jihadis dari Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menewaskan sedikitnya 50 tentara Suriah dalam serangan pada hari Jumat(25/7/2014), mengeksekusi sebagian besar dari mereka setelah penangkapan mereka, kata satu kelompok pemantau.

Serangan terjadi di provinsi Raqqa, yang terjadi di tengah serangan sengit mereka  di wilayah Damaskus yang dikuasai pemerintah.

Kematian menambah jumlah korban tewas sebelumnya ke angka 74 dalam serangan di utara dan timur laut, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan.

"Setidaknya 50 tentara disergap, beberapa dari mereka tewas dalam pertempuran, tetapi kebanyakan dari mereka dipenggal kepalanya", kata direktur Observatorium Rami Abdel Rahman kepada AFP.

Militan ISIS mengklaim total korban sebanyak 75 orang.

"Segala Puji bagi Allah, 75 tentara dari divisi ke-17 ditangkap di Abu Shared dan mereka dipenggal", demiklian menurut seorang simpatisan di twitter.

Media yang dekat dengan rezim pemerintah tetap diam dan tidak memberikan komentar apapun sehubungan korban tewas di Raqa.

Markas Divisi 17 adalah salah satu dari tiga posisi yang masih dipegang pemerintah di wilayah yang diduduki ISIS dan beroperasi dari pangkalan militer yang luas.

Pada hari Jumat, tentara memposisikan ulang divisi ke-17, Observatorium mengatakan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Ini adalah serangan pertama kali dengan skala sebesar ini antara ISIS dan pasukan pemerintah Suriah, dengan jihadis berniat melakukan "pembersihan" wilayah yang dikendalikan dari kehadiran rezim, kata Observatorium.

ISIS, yang memproklamirkan "khalifah" di daerah yang mencakup perbatasan Suriah dan Irak pada bulan Juni, berusaha untuk memperluas kekuasaan dan pengaruhnya.

sumber: alarabiya
oleh: n3m0

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top