wartaperang - Presiden Barack Obama mengatakan Kamis (17/7/2014) bahwa pesawat penumpang yang jatuh atas Ukraina "adalah tragedi yang mengerikan" dan prioritas utamanya adalah mencari tahu apakah warga Amerika berada di pesawat tersebut.

Obama mengatakan dia mengarahkan para pembantunya untuk menjalin hubungan yang dekat dengan pejabat Ukraina dan menawarkan bantuan AS untuk menentukan apa yang menyebabkan kecelakaan itu. Presiden Ukraina Petro Poroshenko menyebut jatuhnya pesawat Malaysia Airlines yang membawa 298 orang sebagai aksi terorisme.

Seorang wartawan Associated Press menghitung setidaknya 22 mayat di lokasi kecelakaan yang berserakan sekitar 25 kilometer dari perbatasan Rusia, di mana pemerintah dan pro-Moskow separatis telah saling bertempur.

Anton Gerashenko, penasihat menteri dalam negeri Ukraina, mengatakan pada halaman Facebook-nya bahwa pesawat itu terbang pada ketinggian 33.000 kaki ketika dihantam oleh sebuah rudal yang ditembakkan dari sebuah peluncur Buk.

Sekretaris Pers Obama Josh Earnest mengatakan Obama melakukan panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin ketika berita pesawat jatuh terdengar. Tidak dapat diketahui rincian tentang apa yang dibicarakan oleh kedua pemimpin tentang hal itu.

"Dunia menyaksikan laporan sebuah jet penumpang jatuh di dekat perbatasan Rusia-Ukraina", kata Obama kemudian saat ia melakukan pers conf. di Delaware untuk membahas dana transportasi. "Kelihatannya itu mungkin seperti tragedi yang mengerikan. Saat ini kami sedang bekerja untuk menentukan apakah ada warga negara Amerika di pesawat tersebut. Itu adalah prioritas pertama kami".

Panggilan Situasional

Tak lama setelah Obama berbicara, Earnest mengatakan Wakil Presiden Joe Biden berbicara melalui telepon dengan Poroshenko untuk menawarkan bantuan AS untuk membantu menentukan apa yang terjadi dan mengapa.

Sisa panggilan telepon antara Obama dan Putin difokuskan untuk situasi umum di timur Ukraina dan sanksi AS baru-baru ini terhadap individu Rusia dan perusahaan.

Federal Aviation Administration telah memperingatkan pilot AS awal tahun ini untuk tidak terbang di atas bagian-bagian dari Ukraina di wilayah Crimea, menurut pemberitahuan yang dipasang di situs lembaga tersebut.

Pemberitahuan dipublikasikan pada tanggal 23 April oleh International Civil Aviation PBB, otoritas penerbangan di sebagian besar negara juga mengeluarkan pemberitahuan serupa untuk daerah di mana kerusuhan atau konflik militer mempunyai risiko ditembak jatuhnya pesawat mereka.

FAA belum mengeluarkan peringatan apapun namun baru Kamis sore segera setelah laporan pesawat Malaysia telah ditembak jatuh di Ukraina mereka mengumumkan hal serupa.

sumber: alarabiya
oleh: n3m0

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top