wartaperang - Tersangka militan Al-Qaeda di Yaman selatan menangkap dan melakukan eksekusi terhadap 17 tentara Yaman yang setia kepada Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi pada hari Sabtu, para pejabat lokal dan warga mengatakan.

Para prajurit ditahan saat bepergian dari pelabuhan selatan Aden ke provinsi al-Mahra di Yaman timur melalui Ahwar, sebuah kota di provinsi Abyan yang berada di bawah kontrol kelompok Al-Qaeda.

Para militan membawa mereka ke daerah terpencil dan membunuh mereka oleh regu tembak, para pejabat dan warga mengatakan. Mereka mengatakan 17 tentara tawanan lainnya luka-luka dalam insiden itu dan beberapa berhasil melarikan diri dan mendapatkan bantuan dari para pemimpin suku setempat.

Ansar al-Syariah, afiliasi Al-Qaeda di Yaman, telah mengeluarkan pernyataan yang menyangkal bertanggungjawab atas serangan itu dan menyalahkan insiden tersebut kepada pejuang bersenjata lokal bernama Ali Aqil.

"Kami memasuki Ahwar sekitar dua bulan lalu untuk mengejar individu korup ini dan gengnya," demikian menurut pernyataan itu.

Para prajurit dalam perjalanan untuk mengunjungi keluarga di Aden dan kembali ke pangkalan mereka di al-Mahra untuk mengambil gaji mereka, kata sumber-sumber keamanan. Mereka tidak mengenakan seragam militer dan tidak mengendarai kendaraan militer.

Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) telah mengeksploitasi perang Yaman untuk memperluas area di bawah kendalinya, merebut Mukalla, ibukota provinsi Hadramout, tahun lalu dan merekrut lebih banyak pengikut.

Pemerintah Arab Saudi yang menjadi pemimpin koalisi Arab dalam membantu pemerintah Yaman menghadapi milisi Houthi menyatakan sebelumnya bila mereka akan memegang teguh gencatan senjata dengan milisi syiah Houthi yang didukung oleh Iran. Namun beberapa hari yang lalu, angkatan udara Saudi telah melakukan serangan yang menewaskan anggota dari kelompok Al-Qaeda di Yaman.

Yaman adalah negara termiskin di Timur Tengah yang terlibat dalam pertempuran multi front dimana berbagai kelompok militer saling berperang satu dengan yang lainnya. Negara ini juga menjadi tempat pertempuran proxy antara kekuatan Saudi Arabia dengan pesaingnya dari kawasan timur tengah yaitu Iran.

sumber: Al-Arabiya

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top