wartaperang - Pejuang Negara Islam(ISIS/IS) telah berhasil menggagalkan beberapa upaya oleh milisi Syiah yang didukung pemerintah Irak untuk menyerang dan merebut desa al-Bashir, utara dari Daquq, terletak sekitar 20 km dari kota Kirkuk.

Milisi melancarkan serangan dengan tujuan merebut desa ini, namun gagal setelah para pejuang mereka berjalan menuju ke ladang ranjau. Demikian juga, sebuah buldoser hancur dan yang lainnya rusak. Setelah itu, milisi melakukan operasi mengapit dari desa Albu Mufarraj, dekat desa al-Bashir, di mana beberapa dari mereka tewas dalam ledakan sebuah rumah jebakan. Selain itu pejuang Negara Islam juga melakukan tiga operasi bom martir yang secara efektif menggagalkan serangan.

Operasi bom martir dari pejuang Negara Islam menghancurkan tiga hummers, kendaraan yang memuat autocannon, tank, dan menewaskan 43 anggota milisi, termasuk beberapa pemimpin dari milisi syiah tersebut.

Dari wilayah lain di negara tetangga Irak, yaitu Turki, seorang wartawan Suriah ditembak di kota Gaziantep dalam serangan yang diklaim oleh pejuang Negara Islam.
Wartawan ini akhirnya tewas akibat luka-lukanya pada hari Selasa, demikian menurut seorang teman dekatnya.

Kematian presenter dari Halab Today TV yang bernama Mohammed Zahir al-Sherqat menandai pembunuhan keempat jurnalis Suriah di Turki yang diklaim oleh pejuang Negara Islam.

Sherqat ditembak di leher dari jarak dekat pada hari Minggu ketika sedang berjalan di jalan, dan akhirnya meninggal di sebuah rumah sakit di Gaziantep dekat perbatasan Suriah. Demikian menurut temannya Barry Abdulattif, seorang aktivis Suriah.

Abdullatif mengatakan kepada AP bahwa sang wartawan ini telah menerima ancaman pembunuhan dari sejak dua bulan lalu dari Negara Islam.

Negara Islam mengakui serangan pada hari Senin melalui kantor berita Aamaq yang berafiliasi ke Negara Islam. Mengatakan Sherqat "telah digunakan untuk menyajikan program anti-Negara Islam."

Menurut berita Aamaq, wartawan ini telah di eksekusi dengan menggunakan senjata berperedam.

Zahir datang ke Turki pada tahun 2015 setelah selamat dari upaya pembunuhan di Suriah dan mulai bekerja dengan Halab Today. Programnya mengambil sikap tegas menentang terhadap kelompok-kelompok ekstremis.

sumber: aamaq, medsos

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top