wartaperang - Ketika gerakan Islam Hamas melepaskan salvo rudal jarak jauh ke kota-kota termasuk Jerusalem dan Tel Aviv pada hari Selasa(8/7/2014), Israel mengerahkan pasukan di sepanjang perbatasan untuk kemungkinan sebuah invasi darat, Associated Press melaporkan.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan secara nasional, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan serangan roket lanjutan pada masyarakat Israel tidak akan ditoleransi.

"Oleh karena itu saya telah memerintahkan militer untuk secara signifikan memperluas operasi terhadap teroris Hamas dan melawan kelompok teroris lain di dalam Gaza", Associated Press mengutip pernyataannya.

"Saya meminta Anda bersabar karena operasi ini bisa memakan waktu".

Sebelumnya, militer Israel mengatakan invasi darat dari daerah kantong itu sangat mungkin, meskipun tidak dalam waktu dekat, dan mendesak warga dalam jarak 40 km (24 mil) dari wilayah pesisir untuk tetap dekat dengan tempat penampungan, menurut Reuters.

Sekitar 1.500 cadangan Israel telah dikerahkan dan selebihnya bisa dipanggil, militer Israel mengatakan.

"Operation Protective Edge dilakukan ketika Hamas terus menembakkan roket, IDF [Pasukan Pertahanan Israel] akan merespon tegas untuk melindungi warga Israel", kata tentara Israel di akun Twitter-nya.

"Hamas tidak akan aman jika terus mengancam kehidupan warga sipil Israel", tambah tentara.

Israel dan Hamas adalah musuh bebuyutan yang telah terlibat dalam banyak putaran pertempuran selama bertahun-tahun. Tapi sampai saat ini, mereka telah mengikuti gencatan senjata yang mengakhiri permusuhan sebelumnya pada tahun 2012.

Menteri Palestina Pekerjaan Umum dan Perumahan Mufeel al-Hasayneh mengatakan 50 rumah hancur pada hari Selasa dan 1.700 rumah rusak sebagian.

Petugas medis Palestina melaporkan setidaknya 28 orang telah tewas, termasuk enam tewas dalam sebuah serangan udara yang meratakan sebuah gedung apartemen di Gaza selatan dan membuat kepanikan. Mereka menambahkan bahwa lebih dari 150 orang terluka dalam hari paling mematikan dari kekerasan di jalur pantai sejak 2012.

Serangan udara lain meratakan rumah salah seorang pemimpin Hamas di kota Gaza selatan Khan Younis, mengurangi struktur beton menjadi tumpukan puing membara.

Sebelumnya korban tewas adalah empat warga Palestina tewas ketika serangan udara ditargetkan terhadap mobil mereka di kota Gaza dan setidaknya tujuh lainnya tewas ketika sebuah rumah dibom di Khan Younis, wilayah selatan di Jalur Gaza. Pemboman terjadi sangat ironis ketika warga berusaha untuk melindungi rumah dengan perisai manusia, namun pilot Israel tidak perduli dan terus menembakkan roketnya meskipun sinar flare begitu terang. 2 anak termasuk korban tewas.

Layanan Darurat sebelumnya mengatakan bahwa seorang pria bernama Ashraf Yassin juga tewas ketika pesawat tempur Israel menargetkan sebuah tempat di barat kamp pengungsi Nusseirat di Gaza tengah.

Pria itu dilaporkan anggota sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam.

Rudal Jarak Jauh

Sementara itu, al-Qassam mengumumkan bahwa mereka telah menargetkan Haifa, Yerusalem dan kota-kota Tel Aviv dengan rudal jarak jauh di dalam serangan tersebut dari Jalur Gaza.

"Untuk pertama kalinya, al-Qassam menyerang Haifa dengan roket R160, dan menyerang Yerusalem dengan empat M75 roket dan Tel Aviv dengan empat roket M75", kata sebuah pernyataan.

Sebagai tanggapan, militer Israel mengatakan tidak ada indikasi korban akibat tembakan roket jarak jauh Gaza di kota.

Koresponden Al Arabiya News Channel juga melaporkan bahwa "Iron Dome" sistem pertahanan Israel meluncurkan delapan roket untuk mencegat rudal menuju arahnya.

Tiga ledakan keras mengguncang Jerusalem lama setelah sirene serangan udara meraung di seluruh kota Selasa malam, kata Agence France-Presse.

Sirene terdengar di sekitar pukul 19:00 GMT, dengan setidaknya empat ledakan terang di langit barat daya dari kota, koresponden menambahkan.

Sementara itu, stasiun televisi Israel mengatakan roket menargetkan Tel Aviv tapi berhasil dicegat.

Sirene serangan udara meledak di kota, yang merupakan ibukota komersial Israel dan sekitar 70 kilometer (45 mil) utara dari Jalur Gaza.

Militer Israel mengatakan di akun Twitter-nya (@ IDFSpokesperson) bahwa roket dicegat oleh "Iron Dome".

Serangan roket jelas akan menjadi serangan terhebat militan Palestina sejak Israel melancarkan serangan di Jalur Gaza Selasa pagi.

Eskalasi itu terjadi saat Israel meningkatkan operasi menjadi operasi militer jangka panjang terhadap Hamas, yang telah meluncurkan gelombang roket ke kota-kota Israel.

Perbatasan Israel-Gaza memanas bulan lalu setelah penangkapan ratusan aktivis Hamas oleh Israel di Tepi Barat yang diduduki, di mana tiga pemuda Israel hilang pada 12 Juni.

Lebih dari 200 roket telah diluncurkan ke Israel dari Jalur Gaza, kata militer, sejak Israel melakukan pencarian terhadap remaja, yang ditemukan tewas pekan lalu.

Israel menuduh militan Hamas membunuh mereka. Dalam sebuah insiden yang dicurigai sebagai serangan balas dendam, seorang remaja Palestina diculik di Yerusalem Timur Rabu lalu. Tubuh hangusnya ditemukan di hutan dan enam tersangka Israel telah ditangkap.

Berlomba Untuk Saling Mengimbangi


Ledakan menggema di seluruh Jalur Gaza pada hari Selasa, gemetar bangunan dan asap mengepul dari target yang terkena tembakan Israel. Di daerah pemukiman, suara tangisan anak-anak bisa terdengar saat sirene ambulans meraung-raung. Beberapa orang turun ke atap untuk menonton pesawat dan roket melesat ke arah Israel.

Di kota pelabuhan Israel Ashdod, pengendara bergegas keluar dari kendaraan mereka dan berlari untuk menyelamatkan diri ketika sirene terdengar. Adegan ini juga terjadi di kota-kota lainnya di dekat Jalur Gaza.

Sayap bersenjata Hamas, kekuatan dominan di wilayah kantung itu, mengancam sebuah "gempa bumi" sebagai tanggapan atas serangan Israel. Tetapi sumber Palestina yang dekat dengan kelompok mengatakan siap untuk memulihkan ketenangan jika kondisi, termasuk pembebasan tahanan Israel berhasil dilakukan.

Militer Israel, mengumumkan telah meluncurkan "Operation Protective Edge", mengatakan menargetkan sekitar 50 lokasi oleh serangan udara dan angkatan laut semalam dan melanjutkan serangan udara pada Selasa pagi setelah roket ditembakkan ke kota-kota Israel selatan.

Peringatan sirene, yang polisi digambarkan sebagai alarm palsu, terdengar jauh seperti di Tel Aviv dan Jerusalem, sekitar 70 km (40 mil) dari Gaza.

Pada hari Senin, enam orang anggota Hamas juga tewas di dalam sebuah terowongan yang militer Israel katakan telah dibangun oleh militan di bawah perbatasan untuk melakukan serangan di Israel.

Dalam suatu serangan semalam yang dilakukan Israel untuk menghancurkan sebuah rumah Gaza, Kementerian Dalam Negeri Palestina mengatakan keluarga menerima telepon dari seorang perwira Israel memberitahu mereka untuk meninggalkan rumah tersebut. Namun kementerian itu mengatakan sembilan tetangga terluka.

Setidaknya salah satu rumah yang ditargetkan milik seorang militan Hamas, menurut tetangga.

Untuk mendapatkan sebuah gencatan senjata, menurut sumber yang dekat dengan Hamas mengatakan Israel harus "menghentikan semua bentuk agresi", kembali ke dalam kesepatakan 2012 yang ditengahi oleh Mesir dan membebaskan para tahanan di Tepi Barat yang ditangkapi bulan lalu.

sumber: alarabiya
by: n3m0

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top