wartaperang - Seorang ultranasionalis warga negara Turki yang bernama Alparslan Celik, yang membual telah membunuh pilot dari bomber Rusia Su-24 yang jatuh oleh Angkatan Udara Turki di perbatasan Suriah November lalu, telah ditangkap di negara asalnya.

Celik ditahan pada Rabu malam ketika ia sedang makan di sebuah restoran di kota Izmir di Turki barat, surat kabar Hurriyet melaporkan.

Alasan penangkapan dari pejuang radikal sayap kanan ini tidak diungkapkan. Celik ditangkap bersama 13 orang lainnya, demikian menurut laporan dari surat kabar itu.

Celik adalah pemimpin kedua dari Divisi Pesisir Turkmen, sebelumnya telah mengatakan bila kelompoknya telah membunuh pilot dari bomber Rusia Su-24 setelah pesawat tempur itu ditembak jatuh oleh jet tempur Turki pada 24 November 2015.

Petugas Rusia kemudian mengidentifikasi pilot yang dibunuh sebagai Letnan Kolonel Oleg Peshkov, ditembak mati saat ia terjun payung ke tanah setelah menyelamatkan diri dari pesawat tempur, demikian menurut para militan yang berperang melawan tentara Suriah.

Celik membernarkan tindakannya dengan mengatakan itu adalah pembalasan yang sah untuk atas dugaan pengeboman terhadap Turkmen di Suriah.

"Pilot itu membom kami lima menit lalu [sebelum Turki menembak jatuh jet Rusia] dan saudara-saudara kami terbunuh atau terluka oleh bom tersebut. Tidak ada tempat bagi orang yang telah membom warga sipil Turkmen setiap hari dalam hati nurani saya," kata pejuang radikal tersebut dalam sebuah wawancara sebelumnya.

Celik adalah warga negara Turki, putra seorang mantan walikota sebuah wilayah yang terpilih dari Partai Gerakan Turki Nasionalis (MHP) dan anggota pemuda lengan militer tidak resmi dari partai, Bozkurtlar.

Moskow menuntut Ankara menangkap Celik dan mengadili dia atas kasus pembunuhan pilot Rusia dan untuk menjadi anggota kelompok bersenjata yang melanggar hukum. Namun, Turki mengabaikan permintaan dari Rusia dan ultranasionalis tersebut terus memberikan wawancara dan bepergian dengan bebas di Turki dan di seluruh perbatasan Suriah.

Jatuhnya pesawat tempur Rusia menyebabkan keretakan utama dalam hubungan Rusia-Turki dan menyebabkan gelombang sanksi yang dikenakan oleh Moskow terhadap Ankara.

Turki tidak pernah mampu mendukung klaim dengan bukti kuat bahwa Su-24 telah melanggar wilayah kedirgantaraan Turki sebelum serangan itu.

Moskow telah membantah bahwa telah terjadi pelanggaran wilayah, menyebut insiden yang telah terjadi sebagai provokasi dan menuduh pemerintah Turki mendukung pasukan teroris di Suriah.

sumber: RT
oleh: n3m0

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top