Courtesy of newsweek
wartaperang - Sebelum kematiannya pada tahun 2011, mantan pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden memperingatkan para pengikutnya bahwa setiap upaya yang terlalu cepat dalam mendirikan negara Islam akan gagal, dokumen tersebut baru dirilis pada hari Selasa.

Di tahun 2011, pasukan khusus Amerika Serikat melakukan serangan di kompleks Abbottabad bin Laden, Navy SEAL beraksi setelah mendapatkan informasi intelejen.

Washington kini telah merilis 113 dokumen dideklasifikasi, termasuk surat-surat dan pidato, yang mengungkapkan pikiran Islamis radikal pada jihad global.

Ditulis dalam bahasa Arab dan diterjemahkan oleh Amerika Serikat, tulisan-tulisan tersebut menunjukkan bahwa pemimpin yang menjadi terkenal karena merencanakan serangan 9/11 di New York dan Washington, sangat waspada dan mengikuti jalan yang diambil oleh kelompok militan Negara Islam (ISIS) yang beberapa tahun kemudian bergerak ke negara tetangga Suriah dan  mendirikan kekhalifahan terlalu cepat, yaitu pada tahun 2014.

http://forticeoffice.com/ .adv - Ia secara terbuka menyampaikan tentang keinginannya untuk akhirnya menciptakan sebuah negara Islam tetapi, dalam surat tidak bertanggal yang ditujukan kepada Nasir al-Wuhayshi, pemimpin Al-Qaeda di Semenanjung Arab sampai serangan pesawat tak berawak AS menewaskan dirinya pada bulan Juni 2015, bin Laden mendesak para pengikutnya untuk bersabar karena kekuatan Barat bisa mengalahkan mereka karena kekuatan militer mereka yang lebih besar.

"Kami ingin Sana'a untuk mendirikan sebuah negara Islam, tapi pertama, kami ingin memastikan bahwa kami memiliki kemampuan untuk dapat mengontrol dari negara itu," tulis bin Laden. "Musuh terus memiliki kemampuan untuk menggulingkan setiap negara yang kita bangun," lanjutnya. "Kita harus ingat bahwa musuh menggulingkan Taliban dan rezim Saddam."

Dia juga berpendapat terhadap kebiadaban dari inkarnasi awal ISIS, Al-Qaeda di Irak, yang menyerang penduduk setempat dan sesama Muslim Sunni, mengikis dukungan publik untuk grup tersebut. Dia mengatakan kepada para pengikutnya untuk tidak mempublikasikan "gambar tahanan setelah mereka dipenggal," yang telah menjadi ciri khas dari video eksekusi Negara Islam ini.

Surat-surat ini kemungkinan besar ditulis sebelum 2011 dan Al-Qaeda di Irak memisahkan diri dari kepemimpinan Al-Qaeda untuk membentuk Negara Islam Irak dan Suriah pada 2013, tetapi surat-surat tersebut mengungkapkan kesenjangan ideologi di antara faksi-faksi yang terpisah dari kelompok ekstremis ini.

Bin Laden mengatakan pengikutnya untuk selalu mengingat pada "moral" mereka dan tidak menyerang Muslim, terutama di masjid-masjid dan lokasi ramai lainnya, karena mereka kemudian akan menolak mengikuti aturan agama yang ketat yang ingin diterapkan oleh kelompok itu.

ISIS, yang telah menyusul Al-Qaeda sebagai pemimpin jihad global, telah mengumumkan pembentukan khilafah, menyita sebagian besar wilayah-wilayah Irak dan Suriah, dan menerbitkan gambar brutal dan video yang mengejutkan penonton Barat.

Dari kalangan pendukung Negara Islam sendiri berpendapat bila tentu pendapat ini benar bila pendirian Negara Islam tidak bisa dilakukan pada tahun 2011 atau sebelumnya. Juga menurut mereka sampai kapanpun jika hanya mengandalkan kekuatan militer, negara-negara muslim tetap akan kalah dibandingkan dengan negara-negara barat. Sehingga yang menjadi patokan kemenangan adalah berserah diri kepada Allah.

source: newsweek, socmed
oleh: n3m0

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top