wartaperang - Moskow dan Baghdad memperluas kerja sama militer, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada hari Kamis selama pembicaraan dengan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi di Kremlin.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov juga mengatakan sebelum pembicaraan dimulai bahwa Rusia siap untuk memasok senjata ke Irak untuk membantu memerangi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), yang telah membuat kemajuan lebih lanjut menyapu di Irak dan Suriah selama seminggu terakhir.

Lavrov mengatakan kepada wartawan bahwa Moskow akan melakukan segala upaya untuk membantu pemerintah Baghdad mendorong kembali Negara Islam.

Pasukan Negara Islam menyerbu kota Irak Ramadi akhir pekan lalu dalam sebuah kemunduran paling signifikan bagi pemerintah Baghdad dalam satu tahun, memperlihatkan kelemahan tentara Irak dan keterbatasan serangan udara AS. Pada hari Kamis Negara Islam juga telah menguasai penuh Palmyra di negara tetangga Suriah.

Sementara itu, Abadi Kamis juga bertemu Presiden Rusia Dmitry Medvedev pada awal kunjungan di Moskownya.

"Kami memahami bahwa ancaman terorisme mengancam bukan hanya Irak tapi negara-negara tetangga," kata Abadi Medvedev dalam sambutannya diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia.

"Kelompok ini berkembang dan mengambil dalam bentuk baru, dan kita memahami dengan baik bahwa kelompok ini memerlukan perhatian meningkat dari Rusia. Kami berharap kerjasama yang lebih aktif dalam arah ini," katanya.

Abadi sedang berusaha secara diplomatik untuk menggalang dukungan mengatasi ISIS, bepergian ke Washington bulan lalu di mana ia meminta Presiden Barack Obama untuk meningkatkan kampanye udara pimpinan AS terhadap gerilyawan dan meningkatkan bantuan pertahanan.

Dia sekarang mengambil pesan yang sama ke Moskow, dimana ia membandingkan pertempuran dengan ISIS untuk perjuangan Rusia melawan Nazi Jerman 70 tahun yang lalu.

"Dalam upaya bersama, kita akan dapat memiliki kemenangan atas kekuatan-kekuatan baru, mirip dengan yang Anda atasi di masa lalu," katanya kepada Medvedev.

Rusia tahun lalu mengirimkan Mi-28 helikopter ke militer Irak untuk digunakan melawan para pemberontak.

"Kami senang untuk mendukung dan memajukan kerjasama dengan Irak di tingkat pemerintah," kata Medvedev.

sumber: al-arabiya
oleh: n3m0

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top