wartaperang - Negara Islam telah merebut perbatasan terakhir Suriah dengan Irak setelah pasukan pemerintah Suriah menarik diri, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan hal itu hari Kamis.

Perbatasan Al-TANF, yang dikenal sebagai al-Walid di Irak, berada di provinsi Homs Suriah, di mana Negara Islam pada Rabu merebut kota bersejarah Palmyra dari pasukan pemerintah. Seorang pejuang Negara Islam dihubungi oleh Reuters menegaskan kelompok telah menguasai persimpangan ini, yang berjarak 240 km (150 mil) perjalanan dari Palmyra.

Selain itu, Negara Islam juga mengumumkan kontrol penuh atas Bandara Internasional dan Penjara Pusat di Tadmur atau nama lain dari Palmyra.

“Bandara Internasional tadmur jatuh ke tangan Daulah Islamiyyah, setelah ikhwah Mujahidin melewati pertempuran sengit beberapa hari di kawasan utara pangkalan udara,” demikian menurut situs Azzam Media yang mewartakan berita dari Negara Islam.

Pihak monitoring barat menyatakan bila Negara Islam saat ini telah menguasai lebih dari separuh wilayah Suriah. Namun dari Negara Islam sendiri mengklaim bila 755 dari sumber daya alam Suriah telah dikuasai oleh Negara Islam.

Negara Islam baru saja menduduki Stasiun T3 di timur kota Palmyra, fasilitas penting produksi logistik sumber daya alam yang terakhir di kawasan Timur Homs bagi rezim Bashar al Assad. T3 merupakan terminal penting yang memompa minyak mentah dari seluruh fasilitas produksi minyak di seantero Iraq dan Suriah menuju terminal Tanker Minyak di pesisir laut Mediterania.

sumber: ZA, AM
oleh: n3m0

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top