wartaperang - Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengaku bertanggung jawab pada hari Jumat untuk 2 pemboman di luar hotel bintang lima yang dijaga dengan ketat di ibukota Irak yang menewaskan 10 orang.

Dalam sebuah pernyataan, ISIS mengatakan seorang pembom martir yang disebut Abu Qutaiba telah memarkir mobil di luar Ishtar hotel di pusat kota Baghdad pada Kamis sebelum mengemudi kendaraan lain dengan 230 kg bahan peledak ke hotel terdekat Babel.

Pembom meledakkan dirinya dan kendaraan yang dia kemudikan di sana sekitar waktu yang sama bom mobil pertama meledak, "membunuh dan melukai puluhan orang kafir", menurut pernyataan itu.

Pemerintah Irak mengangkat waktu jam malam yang telah berumur satu dekade di Baghdad awal tahun ini, berusaha untuk memulihkan rasa normal ke ibukota ketika pasukan keamanan terlibat pertempuran dengan pasukan ISIS yang telah menguasai sebagian besar negara.

Tapi tingkat pemboman di Baghdad telah meningkat sejak itu.

Militan merebut Ramadi, ibukota provinsi Anbar di sebelah barat Baghdad, pada tanggal 17 Mei sebagai sebuah kemunduran militer yang paling signifikan kepada pemerintah sejak koalisi pimpinan AS meluncurkan kampanye serangan udara terhadap ISIS Agustus lalu.

sumber: Al-Arabiya
oleh: n3m0

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top