wartaperang - Gerilyawan telah merebut sebuah pangkalan militer Suriah di provinsi Idlib, sebuah kelompok pemantau mengatakan pada hari Selasa, memperluas cengkeraman mereka di bagian barat laut negara itu, menurut kantor berita Reuters.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan pasukan Suriah menarik diri dari pangkalan militer Mastouma setelah bentrokan berat dengan gerilyawan Islam dan menuju ke utara kota Ariha, salah satu benteng terakhir pemerintah di provinsi ini.

Televisi pemerintah Suriah mengatakan tentara unit di pindah untuk memperkuat lini pertahanan di kota Ariha.

Houssam Abu Bakar, pemimpin dalam kelompok Ahrar al-Sham yang merupakan anggota dari aliansi pemberontak yang mengambil markas tentara suriah, mengatakan para pejuang akan terus mendorong mereka di Ariha dan daerah lainnya.

"Pangkalan dibebaskan dan sekarang pertempuran berada di barat dari Mastouma. Melawan yang tersisa dari tentara yang menarik diri," katanya kepada Reuters melalui Internet.

Pangkalan ini berada di timur dari kota Jisr al-Shughour, yang direbut oleh gerilyawan Sunni Islam pada bulan April, kemajuan ini membawa mereka lebih dekat ke daerah pesisir yang membentuk jantung dari sekte minoritas Alawite dimana Presiden Bashar al-Assad berasal.

Ini telah menjadi salah satu periode paling sulit untuk Assad sejak dua tahun pertama konflik, yang bermula dari protes terhadap pemerintahannya selama Musim Semi Arab pada tahun 2011.

sumber: al-arabiya
oleh: n3m0

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top