wartaperang - Rezim Suriah telah berulang kali melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB 2118, yang meminta Suriah untuk membongkar gudang senjata kimia, sebuah kelompok hak asasi mengatakan.

Jaringan untuk Hak Asasi Manusia Suriah (SNHR) mengatakan telah mendokumentasikan 139 serangan kimia di Suriah sejak September 2013 saat Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi 2118 untuk pembongkaran gudang senjata kimia Suriah.

"Beberapa dari 136 serangan itu dilakukan oleh rezim Suriah," kata kelompok yang berbasis di London.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa sejumlah 88 orang telah tewas dalam serangan kimia di Suriah sejak 2013, termasuk 45 pejuang oposisi dan 36 warga sipil.

Kelompok ini mendaftar jumlah tertinggi serangan kimia terjadi di provinsi Idlib utara, provinsi Rif Dimashq dan provinsi Hama pusat.

Pernyataan ini dirilis pada ulang tahun ke-3 dari serangan kimia rezim di pinggiran kota Damaskus yaitu al-Ghouta di mana lebih dari 1.400 orang dilaporkan tewas.

Sementara pasukan oposisi Suriah dan kelompok-kelompok hak asasi manusia menuduh rezim Bashar al-Assad melakukan kekejaman, rezim Suriah membantah klaim tersebut.

Human Rights Watch mengatakan bahwa ia memiliki bukti kuat yang membuktikan keterlibatan rezim dalam serangan kimia di Ghouta, Amerika Serikat pada awalnya menyatakan bila apa yang telah terjadi adalah pelanggaran batas garis merah, tapi AS urung melakukan serangan militer ke rezim Suriah namun melakukan serangan kepada ISIS.

Sejak Maret 2011, oposisi Suriah telah menuntut diakhirinya kekuasaan keluarga Assad yang telah berkuasa selama lebih dari 44 tahun dan menuntut pembentukan negara demokratis.

Rezim Suriah menanggapi protes damai dengan kekuatan militer, mendorong negara itu jatuh dalam lembah kekerasan tak berkesudahan, pertempuran berdarah dan perang saudara yang masih berlangsung antara rezim dan oposisi.

Sejak itu, lebih dari seperempat juta orang telah tewas dan lebih dari 10 juta orang menjadi pengungsi, menurut PBB.

Pusat Penelitian Kebijakan Suriah menyebutkan korban tewas dari konflik enam tahun di lebih dari 470.000 orang.

sumber: ZA

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top