wartaperang - Sejumlah pria bersenjata menculik seorang tentara Lebanon Rabu (Sep 16, 2014) ketika ia mengunjungi keluarga di dekat Arsal, sebuah kota yang berbatasan dengan Suriah yang baru saja mengalami pertempuran antara tentara Lebanon dan jihadis bulan lalu, kata satu sumber keamanan.

Penculikan yang juga dilaporkan oleh media pemerintah, melengkapi ketegangan yang melonjak di negara itu setelah jihadis Negara Islam (ISIS) konon memenggal dua dari 30 tentara Lebanon yang ditangkap selama bentrokan di bulan Agustus.

"Orang-orang bersenjata menculik seorang tentara hari ini dari rumahnya di pinggiran Arsal", kata sumber keamanan kepada AFP, yang berbicara tanpa menyebut nama.

"Dia sedang cuti dan mengunjungi keluarganya yang memiliki sebuah peternakan dekat Arsal", tambahnya.

Kantor Berita Nasional resmi, yang juga melaporkan penculikan itu, mengidentifikasi tentara tersebut sebagai Kamal Mohammad Khalil al-Hujeiri.

Bentrokan dan penculikan di Arsal diikuti pekan lalu oleh serangkaian kasus penyanderaan di timur Bekaa lembah.

Pada akhir pertempuran pada bulan Agustus, para jihadis mengambil bersama mereka sekitar 30 tentara Lebanon dan polisi yang ditangkap dalam pertempuran, dan dua di antaranya telah dipenggal.

Dua orang pria, keduanya warga sipil, beberapa minggu setelah pertempuran berakhir juga diculik.

Salah satunya kemudian dibunuh, dituduh oleh para jihadis "berkolaborasi" dengan Hizbullah, milisi Syiah Lebanon yang kuat yang telah mengerahkan ribuan tentara bersama pasukan Presiden Bashar al-Assad dalam perang sipil Suriah.

Pertempuran bulan lalu di Arsal terjadi antara tentara Lebanon dan jihadis dari Negara Islam dan yang berafiliasi dengan al-Qaeda yaitu Al-Nusra Front.

Pertempuran meninggalkan 20 tentara Lebanon, 16 warga sipil dan puluhan jihadis tewas. Para jihadis menarik diri ke pegunungan Qalamun melintasi perbatasan setelah penculikan tentara Lebanon dan polisi.

Arsal adalah rumah bagi populasi mayoritas Sunni yang umumnya mendukung pemberontakan Suriah melawan Assad. Kota ini terletak di Bekaa, rumah bagi populasi Syiah mayoritas yang mendukung Hizbullah dan rezim Assad.

sumber: alarabiya
oleh: n3m0

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top