wartaperang - Pasukan pemerintah Irak dan pejuang Kurdi Peshmerga berusaha pada hari Jumat (22/8/2014) untuk merebut kembali dua kota di utara dari Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), Reuters melaporkan dari sumber-sumber keamanan.

Pasukan Kurdi, yang didukung oleh kekuatan udara AS, merebut satu distrik dekat pintu masuk timur ke Jalawla, 115 kilometeres timur laut Baghdad, tempat bentrokan pada hari Minggu, kata sumber tersebut.

Tentara Irak yang didukung oleh pesawat tempur Irak maju ke arah kota terdekat Saadiya, kata sumber-sumber keamanan. Kedua kota terletak di dekat perbatasan Iran dan wilayah Kurdi semi-otonom.

"Peshmerga melakukan serangan pada Jalawla dari beberapa arah sebelum fajar", juru bicara Uni Patriotik Kurdistan (PUK) Shirko Mirwais mengatakan, menambahkan bahwa mereka telah mengambil alih beberapa posisi memotong militan.

Ia mengatakan sembilan Peshmerga telah terluka dalam pertempuran itu tapi tidak bisa mengatakan berapa banyak yang tewas.

Juga pada hari Jumat, ulama Syiah Irak terkemuka, Ayatollah Ali al-Sistani, mengatakan bahwa semua pihak sepakat pada kebutuhan untuk membentuk pemerintah yang tepat di Baghdad dan mengulangi seruannya pada rekan-rekan untuk melawan pemberontak ISIS, dan menyebutnya sebagai "kehormatan besar".

Sistani berbicara melalui seorang pembantu setelah khotbah shalat Jumat di kota suci Syiah Karbala.

Dia menyatakan keprihatinan atas nasib sekitar 18.000 warga Syiah di kota Amerli yang dikelilingi oleh militan ISIS.

700.000 Pengungsi Irak di Kurdistan

Sekitar 700.000 warga Irak telah berkumpul di utara Kurdi setelah diusir dari rumah mereka oleh ISIS, PBB mengatakan Jumat dengan meningkatkan operasi bantuan besar-besaran ke wilayah tersebut.

"wilayah Kurdistan Irak sekarang menampung 700.000 warga Irak mengungsi, sebagian besar telah tiba di awal Juni", Adrian Edwards, juru bicara badan pengungsi PBB, mengatakan kepada wartawan di Jenewa.

Awal pekan ini, UNHCR telah menempatkan angka pada sekitar 600.000, tetapi tidak jelas berapa banyak dari tambahan 100.000 adalah pendatang baru dan berapa banyak telah tiba lebih awal tetapi hanya terdaftar dalam beberapa hari terakhir.

Dalam sebuah cerita terkait, para pejabat militer AS mengatakan Kamis bahwa militan ISIS tidak dapat dikalahkan melalui Irak saja, tetapi harus diserang juga di Suriah oleh AS atau sekutu-sekutunya.

Di Suriah, pasukan Presiden Bashar al-Assad mengirim bala bantuan ke pangkalan udara yang diserang oleh ISIS di timur laut Suriah di mana tidak kurang dari 30 pejuang kelompok radikal tewas pada hari Kamis.

sumber: alarabiya
oleh: n3m0

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top