wartaperang - Setidaknya 39 pejuang pemberontak tewas pada Rabu (13/8/2014) dalam bentrokan sengit antara pemberontak Suriah dan jihadis dari Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di provinsi Suriah utara Aleppo, Agence France-Presse melaporkan sebagaimana yang dilaporkan LSM.

"Setidaknya 31 pejuang pemberontak dan delapan pejuang Negara Islam tewas dalam bentrokan yang berakhir dengan kelompok jihad berhasil mengambil kendali dari enam desa di provinsi Aleppo", kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Militan ISIS telah merebut beberapa kota dan desa dari kelompok Islam saingan di provinsi Suriah Aleppo Reuters melaporkan, mengutip sebuah kelompok pemantau.

Kemajuan oleh ISIS yang sudah mengendalikan wilayah yang luar di utara dan timur Suriah, akan membuka jalan bagi kemajuan ke arah barat lebih lanjut. Keuntungan terbaru meliputi kota-kota Turkmen Bareh dan Akhtarin, 50 km (30 mil) timur laut dari Aleppo, Observatorium HAM Suriah yang berbasis Beirut melaporkan.

Sebuah celotehan dari Twitter melaporkan peristiwa di Akhtarin mengatakan dua orang tewas ketika melakukan perlawanan atas kemajuan Negara Islam, termasuk seorang anak 16 tahun. Namun tentunya laporan tersebut belum dapat di verifikasi lebih lanjut.

900 Warga Perancis Bergabung dengan ISIS

Sementara itu pejabat tinggi keamanan Prancis mengatakan hampir 900 warga Prancis telah pergi ke medan pertempuran Timur Tengah dan beberapa telah bergabung dengan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Meskipun sudah berupaya untuk mencegah orang Perancis untuk bergabung dengan kelompok militan, angka yang diberikan pada hari Rabu oleh Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve menunjukkan jumlah pemuda Perancis meninggalkan terus berkembang pesat.

"Pada hari ini hampir 900 dari Perancis yang merupakan bagian dari fenomena ini, baik dalam teater operasi di Suriah atau Irak, dan mungkin beberapa di Irak karena Negara Islam di Irak dan Levant (ISIS/ISIL) yang merekrut mereka, membawa mereka ke tempat-tempat di mana ia terlibat dalam pertempuran", kata Cazeneuve kepada radio Perancis.

Para pejabat keamanan khawatir militan Eropa pada akhirnya akan menggunakan keterampilan mereka terhadap tanah air mereka.

Bulan lalu, negara-negara eropa dikabarkan mempunyai cara baru untuk menghentikan jihad ke Suriah, nyatanya cara baru tersebut sepertinya kurang berhasil.

sumber: alarabiya
oleh: n3m0

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top