wartaperang - Dari beberapa forum jihadis dikabarkan satu minggu yang lalu bila Abdul Aziz Al-Maqdisy saudara Abu Muhammad Al-Maqdisy telah meninggalkan Afghanistan dan Pakistan untuk bergabung dan berperang bersama dengan Negara Islam.

Abdul Aziz Al-Maqdisi dikenal dengan nama Solahuddin Al-Maqdisy telah menyatakan pernyataan yang bertentangan dengan Al-Qaeda dalam wawancara dengan harian  Al-Battar dan menyerukan kepada para anggota Al-Qaeda lainnya untuk meninggalkan Tandzim Al-Qaeda yang dipimpin oleh Aiman Adz-Dzawahiri untuk bergabung dengan Negara Islam.

Solahuddin telah menyatakan janji setianya kepada Syaikh Abu Bakr Al-Baghdadi yang merupakan khalifah dari Negara Islam dan telah meninggalkan Al-Qaeda.

Menurutnya, Al-Qaeda saat ini telah mengalami penyimpangan manhaj dan yang terdekat dengan kebenaran menurutnya saat ini adalah Negara Islam.

“Dan aku menasehatkan kepada saudara-saudaraku untuk meninggalkan Al-Qaeda…dan agar bergabung dengan Daulah yang telah sah secara syar’i sebagai Khilafah.” demikian menurut saudara kandung Abu Muhammad Al-Maqdisy, seraya menambahkan kepada saudaranya Abu Muhammad Al-Maqdisy agar meneliti terlebih dahulu sebelum menghukumi sesuatu.

Pertempuran Sengit di Selatan Tal Hamis, Basis PKK di Serang Negara Islam

Dari wilayah lain dikabarkan pertempuran dahsyat berkobar di pinggiran Selatan Tal Hamis, dimana pasukan Negara Islam mengerahkan senjata-senjata beratnya membombardir basis-basis kekuatan militan komunis PKK.

Sejumlah titik pertahanan sayap militer partai komunis Kurdi Suriah tersebut dikabarkan telah hancur, namun bala bantuan PKK dibantu milisi al Sanadid segera telah menambah jumlah pasukan mereka di sekitar lokasi.

Komunis PKK di Hasakah dalam beberapa pekan terakhir mengalami gempuran dahsyat tanpa henti dari pasukan Negara Islam di dua front, yakni timur dan barat. Mereka memperoleh banyak kemunduran dan kehilangan sejumlah wilayah. Personel paramiliter mereka dikabarkan juga banyak yang terbunuh.

Pertempuran di Ramadi

Dari wilayah Irak tepatnya Ramadi, badai gurun dahsyat menyelimuti wilayah al-Anbar, Iraq, Senin di tengah-tengah operasi penyerangan terkoordinasi Negara Islam terhadap sisa-sisa pasukan Irak di kota Ramadi.

Badai padang pasir yang kuat tersebut memberikan keuntungan bagi pasukan Negara Islam yang terus melaju dan berhasil merebut beberapa posisi penting di Ramdi. Badai kuat itupun telah melindungi pasukan Negara Islam dari menjadi target pasukan koalisi pimpinan AS. Dikabarkan IS telah terus melaju kedalam kota.

sumber: AM, SA, Medsos
oleh: n3m0

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top