wartaperang - Anggota milisi separatis di timur Ukraina telah mengambil alih kamp penjaga perbatasan dekat Luhansk yang merupakan tempat pertempuran sengit awal pekan ini.

Seorang saksi mata mengaku melihat senjata dan amunisi yang dikeluarkan dari bunker dengan separatis mengklaim pasukan Ukraina telah menyerah setelah baku tembak yang berlangsung selama 17 jam.

Pasukan pemerintah mengakui pada Rabu kamp telah dievakuasi dan personil meninggalkan pos mereka dengan senjata mereka - "didistribusikan ke tempat-tempat yang lebih aman", demikian ungkapan yang digunakan di situs web mereka.

Saling tuduh atas roket yang meledak ke sisi sebuah gedung administrasi juga telah menyebabkan adu argumentasi antara kedua belah pihak. Kyiv mengatakan kejadian itu adalah akibat tindakan separatis ketika mereka melakukan kesalahan ketika menembakkan rudal mencari panas.

Pada hari Rabu mengutip sebuah sumber dari OSCE berdasarkan bukti yang tersedia, ledakan itu adalah hasil dari roket yang tidak dipandu (oleh panas) dan  ditembakkan dari pesawat terbang pemerintah.

Juga dilaporkan Kyiv telah mengeluarkan pernyataan bahwa angkatan udara mereka telah menembakkan lebih dari 150 rudal lebih Luhansk pada hari Senin.

Jumlah korban tewas sipil dalam insiden itu juga merupakan salah satu dari berita yang simpang siur. OSCE mengatakan jumlah korban tidak diketahui, sementara para pemberontak menuduh delapan tewas dalam ledakan itu.

sumber: EN

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top