wartaperang - Kandidat terdepan dalam pemilihan presiden Afghanistan, Abdullah Abdullah, telah lolos dari upaya pembunuhan.

Dua bom meledak di luar sebuah hotel di mana ia baru saja menggelar unjuk rasa, menewaskan enam orang.

Salah satu bom menghancurkan sebuah mobil dalam konvoi Abdullah. Salah satu korban yang tewas adalah pengawal.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi sebelumnya Taliban telah bersumpah untuk mengganggu pemungutan suara yang menurut mereka telah di atur oleh barat.

Mantan pemimpin oposisi Abdullah mendapatkan 45 persen suara pada putaran pertama dan telah disebut-sebut sebagai favorit untuk memenangkan jajak pendapat 14 Juni.

Pemilihan telah menjadi perlombaan dari dua orang calon setelah tidak ada calon tunggal mengamankan mayoritas suara mutlak di dalam pemilu yang telah dilaksanakan bulan April.

Secara hukum, pemmilu harus di ulangi kembali bila salah satu kandidat tewas terbunuh.

sumber: EN

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top