wartaperang - Mesir mengatakan pada hari Kamis bila mereka menghentikan delegasi aktivis perempuan dari mencapai Jalur Gaza karena khawatir untuk keselamatan mereka saat bepergian melalui kawasan bergolak semenanjung Sinai.

Sekitar 100 perempuan dari Eropa dan Amerika Serikat dimaksudkan untuk pergi ke daerah kantong Palestina melalui penyeberangan perbatasan Rafah Mesir untuk merayakan Hari Perempuan Internasional pada hari Sabtu.

Namun pemerintah Mesir menghentikan mereka di bandara Kairo dan telah mendeportasi pemenang nobel Irlandia Utara Mairead Maguire dan aktivis anti-perang Amerika Medea Benjamin yang ingin bergabung dengan delegasi.

Pada hari Kamis, pihak berwenang telah mencegah sekitar 45 aktivis, sebagian besar dari Prancis untuk memasuki negara itu, demikian menurut penyelenggara delegasi kepada AFP.

Sebelum bepergian, kelompok itu diminta untuk melewati penyeberangan Rafah di Sinai utara, tetapi pihak berwenang mendesak mereka untuk meninggalkan perjalanan, kata juru bicara kementerian luar negeri Badr Abdelatty.

Dia juga mengatakan, "waktunya tidak tepat, mengingat kondisi keamanan yang luar biasa saat ini di Sinai utara dan kesulitan untuk memastikan keamanan dari kelompok aktivis sampai mereka tiba di perbatasan Rafah" katanya.

Sejak militer menggulingkan presiden Mohamed Mursi pada bulan Juli, militan telah meningkatkan serangan terhadap pasukan keamanan, menewaskan puluhan polisi dan tentara, terutama di Sinai utara.

Pada hari Kamis, pemerintah Mesir mengusulkan 27 aktivis dideportasi, tetapi mereka menolak untuk pergi tanpa perempuan lain, kata penyelenggara.

Tapi Mesir memperbolehkan sekitar 30 perempuan untuk memasuki negara itu, dan kelompok ini sedang berusaha untuk mencapai Gaza, demikian kata penyelenggara.  Mereka sedang berusaha menambah delegasi itu dan masih bernegosiasi dengan pihak berwenang.

Kelompok ini bisa mempermalukan pemerintahan militer Mesir yang bertentangan dengan militan Hamas penguasa Gaza tetapi tidak ingin dilihat sebagai pihak yang melakukan pengepungan terhadap Palestina seperti blokade yang dilakukan oleh Israel.

Mesir mengontrol satu-satunya perbatasan dengan Gaza yang tidak melewati Israel dan dituduh berkolusi dengan negara Yahudi berusaha memblokade wilayah yang dikuasai Hamas.

sumber: alarabiya

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top