wartaperang - Berbekal Kalashnikov di satu tangan sambil mendistribusikan bantuan dan obat-obatan dengan yang lain adalah gambaran yang diperlihatkan Al - Shabaab ketika memenuhi kebutuhan pengungsi di pinggiran Bulo-Marer.

Gerakan Islam ini telah mengalokasikan daerah di pinggiran Bulo-Marer bagi warga yang melarikan diri dari kota Qoryoley dimana pertempuran berat telah terjadi antara pasukan AMISOM dan Al-Shabaab. Tempat tinggal sementara sudah disiapkan dan kebutuhan pokok seperti minyak, makanan pokok, buah-buahan, air dibagikan oleh orang-orang bertopeng untuk mendukung para pengungsi, sementara yang lain berpakaian seperti perawat membagi-bagikan obat dan memberikan suntikan.

Beberapa sumber menyatakan bahwa Al-Shabaab menghabiskan banyak keuangannya pada para pengungsi dan memberikan bantuan dalam upaya untuk terus memenangkan hati dan pikiran rakyat. Banyak yang percaya bahwa penduduk pedesaan yang luas dari Somalia dan daerah pedesaan tumbuh lebih simpatik terhadap Al-Shabaab, dan akhirnya berkembang selama bertahun-tahun menjadi tulang punggung Al-Shabaab sebagai pendukung setia.

Beberapa analis telah menyiratkan bahwa Al-Shabaab berhasil memenangkan hati dan pikiran penduduk lokal, itulah mengapa orang-orang yang melarikan diri menuju wilayah yang dikendalikan Al-Shabaab daripada wilayah yang dikuasai pemerintah, meskipun fakta bahwa serangan dilakukan melawan Al-Shabaab. Berbeda dengan pemerintah federal yang telah berjanji untuk mendukung penduduk setempat jika mereka terpaksa mengungsi, namun ternyata mereka tidak memenuhi kebutuhan pokok dari para pengungsi dan membuat mereka menderita.

Di antara tokoh-tokoh Al-Shabaab terkenal yang mengunjungi para pengungsi dan memberikan kata-kata penghiburan dan simpati yaitu Abu Abdullah, gubernur Al - Shabaab dari Lower Shabelle, Sheikh Abdullahi Rabi & Jama Abdussalam. Mereka adalah pemimpin agama yang mendukung kelompok yang berafiliasi kepada Al - Qaeda.

Ini bukan pertama kalinya gerakan Al-Shabaab telah melakukan sebuah prestasi, pada musim panas 2011 Al-Shabaab membuka salah satu kamp-kamp pengungsi yang terbesar bernama "Aal Yasir" sebagai tempat ribuan pengungsi yang melarikan diri daerah menderita dan kekeringan. Semua hal ini menjadi bukti nyata bahwa para militan berusaha untuk mengirimkan pesan kepada dunia, bahwa mereka tidak hanya mampu dalam pertempuran, tetapi juga mengelola urusan publik.

Berikut dibawah ini foto-foto dari kegiatan mereka.


sumber: h24

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top