wartaperang - Militer AS membantah pada hari Minggu laporan bahwa serangan yang dipimpin oleh Washington telah menewaskan sedikitnya 52 warga sipil di Suriah utara awal pekan ini, mengatakan mereka yang tewas itu benar-benar pejuang.

Direktur Hak Asasi Manusia yang bertugas untuk memantau daerah konflik Suriah Rami Abdel Rahman mengatakan kepada AFP bahwa tujuh anak termasuk diantara yang tewas akibat serangan koalisi pimpinan AS pada hari Kamis malam ke Jumat di desa Birmahle di provinsi Aleppo.

Dia telah memperingatkan jumlah korban bisa meningkat karena tim penyelamat sedang berjuang untuk menyelamatkan 13 orang yang terjebak di bawah reruntuhan.

"Komando Sentral AS dapat mengkonfirmasi bahwa pasukan koalisi yang melakukan serangan udara di sekitar Birmahle, Suriah, pada tanggal 30 April, menghancurkan beberapa posisi pertempuran ISIL dan membunuh lebih dari 50 pejuang ISIL," kata juru bicara komando Mayor Curt Kellogg dalam sebuah pernyataan, menggunakan akronim dimana ISIS juga dikenal dengan ISIL.

"Saat ini kami tidak memiliki indikasi bahwa ada warga sipil tewas dalam serangan ini."

Milisi Kurdi dan pejuang pemberontak Suriah sedang bentrok dengan pejuang ISIS di kota kira-kira satu mil (dua kilometer) dari Birmahle pada saat serangan.

"Sebelum serangan udara, pasukan Kurdi menguasai kota sebelum meninggalkannya setelah diserang oleh ISIL, dilaporkan tidak ada warga sipil yang hadir di lokasi itu dan tidak pernah ada warga sipil hadir selama dua minggu sebelum serangan udara Koalisi," Kellogg menambahkan.

"Kami memiliki langkah-langkah mitigasi yang signifikan di tempat dalam proses penargetan dan selama pelaksanaan operasi untuk mengurangi potensi risiko kerusakan dan korban sipil."

"Kami bekerja sangat keras untuk tepatnya dalam penerapan serangan udara dan mengambil semua tuduhan korban sipil dengan sangat serius."

Abdel Rahman telah menunjukkan bahwa desa tersebut dihuni oleh warga sipil tanpa kehadiran ISIS.

Serangan udara oleh koalisi internasional telah mendukung milisi Kurdi berjuang melawan ISIS di provinsi Aleppo, terutama di kota perbatasan titik nyala Kobane yang berlokasi dekat Birmahle.

Didukung oleh serangan koalisi, pejuang Kurdi berhasil menahan serangan pasukan Negara Islam dari Kobane pada bulan Januari.

sumber: al-arabiya
oleh: n3m0

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top