wartaperang - Seminggu pertempuran sengit antara pasukan keamanan dan pasukan Negara Islam Irak dan Suriah (IS/ISIS) di wilayah Ramadi provinsi Anbar menewaskan 30 polisi, seorang perwira atas, Senin.

"Kota Ramadi menyaksikan konfrontasi berat dan pertempuran pekan lalu antara pasukan keamanan ISIS," kepala kepolisian Anbar Staf Mayor Jenderal Kadhim al-Fahdawi mengatakan, menempatkan jumlah total korban pada 30 polisi tewas dan 100 luka-luka.

Bagian dari ibukota provinsi Anbar telah keluar dari kontrol pemerintah sejak awal 2014, dan ISIS merebut lebih banyak wilayah di daerah Ramadi bulan ini.

Serangan besar juga melanda daerah lain Anbar pekan lalu, termasuk tiga bom bunuh diri yang diklaim oleh ISIS menargetkan pihak Irak dari perbatasan Trebil dengan Jordan pada Sabtu dimana para pejabat mengatakan serangan tersebut menewaskan tujuh orang.

Dan 13 tentara, di antaranya dua perwira senior, tewas dalam pemboman dan bentrokan timur dari Ramadi pada hari Jumat, kata Menteri Pertahanan Khalid al-Obeidi.

Obeidi pada hari Minggu menolak laporan bahwa lebih dari 100 tentara tewas dalam kekerasan, yang semula dikatakan telah terjadi di daerah Nadhim al-Tharthar, tapi yang katanya sebenarnya 30 kilometer (18 mil) di selatan.

Rumor korban tewas besar memicu seruan untuk demonstrasi di Baghdad dan Obeidi dipertanyakan oleh parlemen atau mengundurkan diri.

Pasukan keamanan Irak mengontrol kantong wilayah di Anbar, sebuah provinsi padang pasir yang luas yang membentang dari perbatasan dengan Suriah, Yordania dan Arab Saudi yang berdekatan dengan Baghdad.

Tetapi banyak dari provinsi tersebut dikuasai oleh Negara Islam, yang mempelopori serangan Juni lalu yang menguasai sejumlah bagian wilayah utara dan barat Baghdad.

sumber: al-arabiya
oleh: n3m0

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top