wartaperang - Kantor berita resmi Iran mengatakan sekitar 200 orang dari garis keras melakukan protes terhadap kerangka kesepakatan pekan lalu antara Iran dan enam kekuatan dunia pada pembatasan program nuklir Teheran.

IRNA mengatakan protes hari Selasa terjadi di depan parlemen di ibukota Iran tanpa izin terlebih dahulu dari pihak berwenang.

Demo itu bertepatan dengan sesi tertutup parlemen ketika Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif tampil di hadapan anggota parlemen untuk menjelaskan kerangka perjanjian.

Kesepakatan yang akan diselesaikan pada 30 Juni, telah sangat didukung oleh pemerintahan Iran, termasuk Presiden Iran Hassan Rouhani tapi garis keras mengecamnya sebagai bencana bagi Iran.

Kesepakatan itu adalah untuk mengekang teknologi bom yang mampu dibuat oleh Iran sambil memberikan Teheran akses cepat ke rekening bank, pasar minyak dan aset keuangan yang diblokir oleh sanksi internasional.

sumber: alarabiya
oleh: n3m0

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top