wartaperang - Pasukan keamanan Irak menggunakan rudal anti-tank untuk mengusir pelaku bom martir yang mengemudikan kendaraan yang di rakit dengan bahan peledak yang menyerang dua pangkalan militer di barat Baghdad, seorang perwira militer mengatakan Kamis.

"Sehari sebelumnya, serangan udara di Irak utara menghancurkan salah satu pabrik bom mobil terbesar kelompok Negara Islam, yang dapat membantu untuk menahan salah satu taktik mematikan jihadis," demikian kata para pejabat.

ISIS menyerang basis utara dari Fallujah dengan dua bahan kendaraan berbahan peledak dikendarai oleh pelaku bom martir, dan selatan lain kota dengan empat kendaraan, termasuk buldoser, kata seorang kolonel angkatan darat.

Serangan itu digagalkan menggunakan rudal anti-tank Rusia Kornet, kata petugas.

Bulan lalu, ISIS menggunakan gelombang yang belum pernah terjadi sebelumnya dari bom truk dan mobil ketika merebut Ramadi, dan setelah itu AS mengatakan akan mengirim 2.000 sistem anti-tank untuk membantu mengusir serangan tersebut.

Pada hari Rabu, para pejabat Irak mengatakan serangan udara menghantam sebuah pabrik bom mobil ISIS di pintu masuk ke kota di Irak utara Hawijah, "pabrik itu terbesar di Irak dan Suriah", kata seorang kolonel Irak.

Mohammed Khalil al-Juburi, wakil kepala komite keamanan provinsi Kirkuk, mengatakan ledakan menyebabkan korban jiwa baik dari anggota IS dan warga sipil.

Seorang wartawan AFP mendengar ledakan besar di Kirkuk sejauh 55 kilometer (34 mil).

Foto ponsel yang diperoleh AFP menunjukkan lokasi kerusakan dan gambar ledakan dalam skala besar.

sumber: al-arabiya
oleh: n3m0

1 komentar:

  1. mau sampai kapan perang ini berakhir? perang, tsunami, gempa, dan bencana alam lainnya adalah cara alam mencapai keseimbangan alam

    BalasHapus

 
Top