wartaperang - Presiden Yaman menyerukan Iran untuk menghentikan campur tangan dalam politik internal negara itu, menurut komentar yang dipublikasikan di surat kabar pan-Arab al-Hayat, Senin.

Presiden Abdrabuh Mansour Hadi menuduh Iran mendukung separatis di selatan dan kelompok agama di bagian utara negara itu dimana pemerintah Yaman berusaha untuk menstabilkan setelah lebih dari dua tahun pergolakan politik.

"Sayangnya, gangguan Iran masih ada, baik melalui dukungannya terhadap separatis Hirak atau beberapa kelompok agama di Yaman utara", kata Hadi al-Hayat, tampaknya mengacu pada gerilyawan Syiah Houthi Muslim yang berusaha untuk merebut lebih banyak wilayah di bagian utara negara.

"Kami meminta saudara-saudara Iran kami untuk merevisi kebijakan yang salah mereka terhadap Yaman, tapi tuntutan kami belum membuahkan hasil. Kami tidak memiliki keinginan untuk meningkatkan [ situasi ] dengan Teheran, tetapi pada saat yang sama kami berharap Iran akan mengangkat tangannya dari Yaman", tambahnya.

Iran telah berulang kali membantah ikut campur dalam negeri, Reuters melaporkan.

Tahun lalu, Yaman mengatakan bahwa sebuah kapal dicegat di lepas pantai yang ternhyata sebuah  kapal Iran mencoba menyelundupkan bahan peledak dan rudal permukaan-ke - udara ke negara itu. Iran, bagaimanapun, membantah koneksi ke senjata di kapal.

Iran telah diserang di Yaman dimana seorang pejabat Iran diculik di Sanaa awal tahun ini. Sebelumnya, seorang diplomat Iran terluka parah ketika ia menolak orang-orang bersenjata yang mencoba menculiknya.

Pemerintah Yaman sedang bergulat dengan gerakan separatis di selatan dan pemberontakan Islam, seperti mencoba untuk mengembalikan otoritas yang hilang selama protes pada tahun 2011 yang menggulingkan presiden veteran, Ali Abdullah Saleh.

Pada bulan Februari, pemerintah mengumumkan Yaman akan berubah menjadi federasi enam wilayah sebagai bagian dari transisi politik. Enam daerah yang ditunjuk termasuk empat di utara, yang terdiri Azal, Saba, Janad dan Tahama, dan dua di selatan, Aden dan Hadramaut.

sumber: alarabiya

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top