wartaperang - Lebih dari 500 gerilyawan Syiah tewas dalam satu bulan pertempuran sengit yang berkecamuk di pinggiran kota Mleiha, Damaskus timur dimana pemberontak mencoba untuk mempertahankan kota terhadap penembakan brutal pasukan Bashar al - Assad dan untuk mematahkan pengepungan selama tujuh bulan, demikian pemberontak mengatakan.

Sebuah sumber informasi baik dari kelompok utama pemberontak Islam, Islam Army, yang berbasis di Ghouta timur, mengatakan 500 militan milisi Syiah tewas dalam tiga puluh hari terakhir.

Sumber itu juga melaporkan kelompok Syiah baru yang disebut 'Assadullah Brigade' telah bergabung dengan Assad dalam serangan pada Mleiha dan sebagian besar kota-kota Ghouta Timur.

Tentara Assad didukung oleh Hizbullah dan milisi Irak mealkukan kampanye yang terus menekan untuk mengambil alih kota yang dipegang oposisi, seperti banyak dari daerah timur Ghouta Timur Damaskus telah dikepung tentara selama hampir tujuh bulan.

Mleiha yang strategis dan berlokasi dekat dengan wilayah yang dipegang rezim di Jaramana, yang sering berada di bawah tembakan-tembakan pemberontak.

Kampanye militer untuk menghancurkan benteng pemberontak di wilayah Ghouta Timur dimulai pada Maret 2013 dan pasukannya memblokade benar-benar wilayah tersebut pada bulan Oktober.

Ratusan ribu warga sipil masih tinggal di daerah Ghouta Timur, menderita kekurangan pangan yang parah di banyak kota dan desa, serta menanggung beban penembakan sehari-hari.

Tiga tahun perang sipil Suriah telah menewaskan lebih dari 150.000 orang, sepertiga dari mereka warga sipil, dan menyebabkan jutaan orang untuk melarikan diri.

sumber: alarabiya

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top