Oposisi Suriah pada hari Minggu mengumumkan bila pimpinan tertinggi dewan militer Koalisi Nasional - Salim Idris - telah digantikan dari posisinya oleh Brigadir Abdullah al-Bashir, demikian seperti yang dilaporkan oleh Al-Arabiya.

Dalam sebuah video yang di broadcast lewat internet, koalisi pasukan pemberontak telah memutuskan untuk menggantikan Idris setelah menghadapi kesulitan yang dihadapi oleh revolusi Suriah dalam melakukan perlawanannya terhadap Bashar al-assad.

Idris telah memimpin pasukan utama koalisi sejak 20 Desember 2012 setelah sebelumnya membelot dari pasukan Assad dengan pangkat Jenderal.

Pengumuman ini di keluarkan setelah terjadinya kebuntuan dalam pembicaraan damai antara oposisi Suriah dengan pemerintahan Suriah di Jenewa yang menyebabkan terjadinya kembali peperangan baru negara yang terkoyak perang ini.

"Masa kepemimpinan oleh Salim Idriss sebagai pimpinan FSA ditandai dengan kepempiminan yang kurang efektif, lemah, kuatnya perpecahan terutama beberapa bulan terakhir", demikian menurut seorang analis militer bernama Abdullah Nasser.

Kepemimpinan Idriss telah beberapa kali mendapatkan pertanyaan. Di bulan Desember Menteri Pertahanan Koalisi Nasional Suriah (SNC) - Asa'ad Mustafa -  menyatakan bila Idriss telah gagal dalam posisinya.

Suriah memang saat ini masa depannya semakin tidak menentu. Selain perseteruan antara FSA dan pemerintah Suriah, Suriah juga terpecah dengan keinginan sebagian warganya yang ingin mendirikan khilafah dibawah ISIS (Islamic State of Iraq and Sham). Disisi lain hizbullah telah lebih dahulu ikut campur dalam kekisruhan ini untuk membantu pemerintah Suriah, juga tidak lupa peran dari kelompok komunis Kurdi yang juga menghendaki wilayah oposisi sendiri.

sumber: al-arabiya

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top