wartaperang - Seorang wanita Mesir 20 tahun meninggal akibat flu burung pada hari Rabu, kematian kesembilan di negara itu akibat virus diluar dari 18 kasus yang diidentifikasi, kata Kementerian Kesehatan.

Juru bicara Kementerian Dr Hossam Abdel Ghaffar mengatakan wanita itu datang ke rumah sakit di provinsi selatan Assiut, Minggu "dalam gangguan pernapasan berat." Dia kemudian dipindahkan ke rumah sakit lain di mana dia meninggal.

Dari sembilan pasien yang terinfeksi lainnya, tujuh telah tewas dan dua lainnya masih sakit di rumah sakit, katanya.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dari 2003 sampai 2 Oktober 2014, telah terjadi 668 kasus manusia yang dikonfirmasi laboratorium infeksi H5N1 yang dilaporkan secara resmi dari 16 negara. Dari kasus ini, 393 telah meninggal.

WHO telah memperingatkan bahwa setiap kali virus flu burung beredar di unggas, ada risiko kasus infeksi sporadis pada kelompok manusia, terutama pada orang yang terpapar unggas yang terinfeksi atau lingkungan yang terkontaminasi.

Kasus H5N1 Mesir sebagian besar telah ditemukan di daerah pedesaan miskin di selatan, dimana penduduk desa, terutama perempuan, cenderung untuk memelihara dan memotong unggas di rumah.

sumber: alarabiya
oleh: n3m0

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top