wartaperang - Jaksa Perancis mengatakan pada hari Senin bahwa adalah "mungkin" seorang warga Perancis kedua ada diantara militan yang terlihat dalam video Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) yang muncul menunjukkan pemenggalan kepala tentara Suriah dan seorang pekerja bantuan AS, Agence France-Presse melaporkan.

Kantor kejaksaan mengatakan belum mengkonfirmasi identitas kemungkinan warga Perancis kedua ini, tapi membuka penyelidikan kepada Maxime Hauchard, berumur 22-tahun dari Normandia yang sebelumnya diidentifikasi dari video propaganda yang dirilis pada hari Minggu.

Pria Inggris

Sebelumnya pada hari Senin, ayah dari seorang pria Inggris yang bertarung dengan ISIS mengatakan dia salah ketika menyatakan bahwa anaknya telah muncul dalam video pemenggalan baru.

Ahmed Muthana, 57, mengatakan kepada surat kabar Daily Mail bahwa seorang pria dalam video mengumumkan kematian pekerja bantuan AS Peter Kassig "terlihat seperti anak saya", Nasser yang berumur 20 tahun.

Tapi dia kemudian mengatakan kepada BBC, setelah melihat gambar-gambar itu lagi, "Itu tidak terlihat seperti dia, banyak perbedaan. Yang satu ini punya hidung besar, sedangkan anak saya memiliki hidung yang datar".

Video itu menunjukkan kepala terpenggal Kassig serta pemenggalan minimal 18 orang yang digambarkan sebagai tentara Suriah.

Kementerian Luar Negeri menolak untuk mengomentari spekulasi tentang identitas para pejuang dalam video, namun seorang juru bicara mengatakan, "Kami menganalisis isinya".

sumber: alarabiya
oleh: n3m0

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top