wartaperang - Tiga pria Finlandia ditangkap di Helsinki, Jumat karena dicurigai melakukan kejahatan "teroris" dan bergabung pejuang asing di luar negeri, kata polisi.

Kasus ini terkait dengan Suriah dan kelompok Muslim Sunni garis keras Negara Islam atau Islamic State (ISIS/IS), penyiar lokal MTV mengatakan mengutip dari sumber tanpa nama. Polisi menolak untuk mengomentari laporan tersebut.

"Mereka diduga berpartisipasi dalam kegiatan kelompok bersenjata di luar negeri, dan kejahatan dengan tujuan teroris", National Bureau of Investigation Finlandia mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Inggris, Jerman dan negara-negara Barat lainnya mengatakan mereka khawatir Muslim setempat bepergian untuk bergabung dengan gerilyawan di Suriah dan bisa kembali ke negeri itu dengan lebih radikal dan melakukan serangan di dalam negeri.

Negara Islam, yang dulunya adalah sebuah cabang Al-Qaeda, telah mengumumkan kekhalifahan lintas batas di daerah yang luas di tanah yang telah disita di Suriah dan negara tetangga Irak.

Dalam beberapa hari terakhir ini Negara Islam telah menggenjot serangan di kota perbatasan Suriah Kobani, meskipun telah mendapatkan serangan oleh koalisi pimpinan AS yang ditujukan untuk menghentikan kemajuannya.

Warga Jepang Ditangkap Juga Terkait ISIS

Polisi Jepang menginvestigasi seorang mahasiswa dan beberapa orang lain pada hari Senin yang diduga memiliki rencana untuk melakukan perjalanan ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok Negara Islam.

Penyelidikan yang dilakukan oleh polisi Tokyo akan menjadi indikasi pertama kemungkinan dukungan di Jepang untuk kelompok militan.

Polisi Metropolitan Tokyo menolak untuk mengomentari laporan tersebut.

Stasiun televisi NHK dan layanan Kyodo News mengatakan para penyelidik mengintrograsi laki-laki 26 tahun mahasiswa Universitas Hokkaido dan beberapa orang yang berbagi rumah dengan dia karena dicurigai mereka sedang mempersiapkan untuk pergi ke Suriah untuk berperang.

Peneliti percaya bahwa siswa, yang telah cuti dari sekolah, merespons poster di sebuah toko buku bekas di pusat kota Tokyo yang menawarkan posisi untuk "bekerja di Suriah, kata Kyodo. Penyelidik mengatakan siswa mengaku ia telah merencanakan untuk bergabung dengan Negara Islam di Suriah. Polisi belum menemukan catatan dari setiap perjalanan di sana, katanya.

NHK dan Kyodo mengatakan, polisi menggeledah rumah dan toko buku tetapi tidak secara resmi menangkap laki-laki ini.

Di Jepang, hukuman bagi seseorang karena mempersiapkan untuk pertempuran pribadi adalah maksimal sampai lima tahun penjara.

sumber: alarabiya, huffingtonpost
oleh: n3m0

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top