Courtesy of Zaman Al-Wasl
wartaperang - Zaman al-Wasl melalui sumber-sumber swasta memperoleh cuplikan bocoran yang menunjukkan bentuk dan metode di mana angkatan udara rezim Suriah menentukan targetnya. Rekaman itu menjelaskan bahwa bahkan seorang pria duduk di suatu tempat di rumahnya, menerima informasi dari informan rezim yang menginformasikan tempat sasaran.


Nama-nama pria itu ditarget di peta melalui Google Earth dan memilih poin di Idlib, dengan target sasaran emir dari organisasi fiksi. Target selalu masjid atau kerumunan demonstran.

Zaman al-Wasl membandingkan poin dari target tersebut dan GPS dan antara pemboman yang didokumentasikan oleh para aktivis di internet.

Dalam video yang didokumentasikan, Binish dan desa-desa di pedesaan Idlib kebanyakan dibom oleh Assad seolah kota tersebut tuan rumah semua teroris. Menurut target yang dibuat, ada tangk di setiap rumah Suriah dan ini dikonfirmasi oleh foto-foto yang berasal dari daerah Suriah dimana pesawat tempur rezim tidak membedakan orang sipil maupun daerah non-target.

Dari informasi yang ada, juga diketahui penggunaan bom barel tidak menggunakan bank data. Ahli militer setuju mereka digunakan untuk melakukan penghancuran random yang bertujuan untuk mematahkan kehendak pemberontak daerah dengan menargetkan warga sipil dan mengikuti kebijakan pembakaran lahan.
Apa yang penting dalam video GPS ini adalah doa ibu dari pria mengatakan kepadanya, "yang mengirim informasi ini, Tuhan memberkati Anda."

Jaringan Mata-mata Rezim Begitu Dekat dari Tentara Pembelot

Dalam informasi terkait, sebuah dokumen intelijen mengungkapkan bahwa rezim berhasil merekrut agen untuk menyusup ke kelompok pemberontak, mendapatkan akses ke pertemuan dan rencana kelompok-kelompok ini, dan menginformasikan kepada rezim konten yang bisa dipakai oleh rezim untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap serangan apapun.

Dokumen yang dikeluarkan berasal dari cabang divisi intelijen militer 290, menunjukkan agen yang bertemu dengan perwira yang telah membelot, dimana perwira tersebut tertulis nama Kolonel Riyad al-Asaad, pendiri dan pemimpin Tentara Pembebasan Suriah.

Dokumen itu menjelaskan bila sang agen itu sendiri ditugaskan memimpin serangan terhadap brigade rudal rezim Suriah di daerah Gunung al-Hass Aleppo di pedesaan selatan.

Dokumen ini menjelaskan bila sang agen ditugaskan oleh kaum revolusioner untuk memimpin 150 orang melancarkan serangan. Agen meyakinkan bahwa serangan itu tidak akan dieksekusi tanpa memberikan pengetahuan terlebih dahulu kepada rezim dan berjanji untuk menginformasikan kepada rezim sebelum nol jam.

Dokumen-dokumen intelijen mencantumkan nama dan nomor telepon pribadi dari seseorang yang berasal dari kelompok yang menyiapkan serangan, dan yang berkomunikasi dengan agen dengan menggambarkan dirinya sebagai pemimpin revolusi yang dipercaya tanpa menyadari infiltrasi dari agen.

lemari asam .adv - Dokumen yang bocor itu sendiri dicap sangat rahasia dan mendesak. Bisa di kesimpulan dari halaman pertama bila dokumen tersebut berisi informasi yang paling berbahaya yang menegaskan bahwa intelijen rezim telah menerobos puncak pimpinan dari FSA yang diwakili oleh Kolonel Riyad al-Asaad. Informasi yang membuktikan bahwa agen begitu dipercaya sehingga ia bersentuhan langsung dengan al-Asaad.

sumber: ZA

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top