wartaperang - Sebuah pesawat yang membawa sisa-sisa puluhan orang tewas ketika sebuah pesawat Rusia jatuh di Mesir mendarat di Saint-Petersburg pada Senin pagi, seorang koresponden AFP di tempat kejadian mengatakan.

Pesawat yang membawa kembali mayat mereka yang meninggal ketika pesawat maskapai Kogalymavia Rusia jatuh di Semenanjung Sinai, tiba di bandara Pulkovo kota terbesar kedua di negara itu sekitar 03:00GMT.

Para pejabat Rusia menegaskan bahwa 144 mayat berada di dalam pesawat. Mesir sebelumnya mengatakan bahwa mereka akan mengangkut sisa-sisa dari 162 orang.

Sisa-sisa dari tubuh korban akan dibawa dalam iring-iringan ke krematorium di Saint Petersburg untuk identifikasi, yang akan dimulai pada hari Senin, menurut kementerian darurat Rusia, yang mengatur penerbangan itu.

Anggota keluarga telah menyediakan sampel DNA di sebuah pusat krisis dekat dengan bandara, sekarang situs peringatan dadakan muncul dimana orang-orang yang membawa bunga dan mainan meletakkan di situs tersebut untuk memperingati para korban, banyak dari mereka anak-anak berumur 10 bulan.

Sebagian besar dari mereka yang meninggal adalah wisatawan dari Saint-Petersburg dan daerah sekitarnya yang kembali ke rumah pada tengah hari Sabtu dari resor populer Mesir, Sharm el-Sheikh.

Alasan untuk kecelakaan masih belum diketahui dan kelompok peneliti internasional yang bekerja dengan pemerintah Mesir masih melakukan tugasnya.

Pejabat penerbangan top Rusia telah mengatakan bahwa pesawat pecah di udara, dan kepala lembaga transportasi udara Rusia Alexander Neradko pada hari Minggu mengatakan tampaknya pesawat hancur pada ketinggian tinggi.

"Semua tanda-tanda membuktikan bahwa struktur pesawat hancur di udara pada ketinggian tinggi," katanya kepada televisi negara Rusia pada hari Minggu malam.

Kepala Interstate Aviation Committee Viktor Sorochenko, yang telah bekerja di Mesir, mengatakan bahwa "pandangan pertama menunjukkan bahwa sejauh ini kita tidak bisa mengesampingkan teori apapun".

Negara Islam sendiri telah mengklaim menembak jatuh pesawat ini sebagai pembalasan atas serangan Rusia di Suriah, namun bbrp pejabat menyatakan pernyataan ini bisa diabaikan mengingat pesawat dalam keadaan tinggi dan rudal manpad yang dimiliki Negara Islam tidak bisa menjangkau ketinggian tersebut.

Meskipun demikian, maskapai penerbangan dari Prancis dan lain-lain mulai menghindari daerah Sinai sampai mendapatkan kepastian dari penyebab hancurnya pesawat Rusia ini.

sumber: alarabiya
oleh: n3m0

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top