Majelis Umum PBB pada hari Rabu mengutuk pemerintah Suriah atas eskalasi perang negara itu dan mendukung Koalisi oposisi Nasional Suriah dalam pembicaraan damai.

Majelis Umum memberikan vote pada draft deklarasi yang disusun oleh negara-negara yang tergabung dalam Gulf Arab- untuk menyelesaikan krisis Suriah.

Meskipun draft ini tidak memiliki kekuatan hukum, resolusi yang diadopsi oleh 193-negara ini dapat memberikan beban moral dan pengaruh politik yang signifikan, menurut Reuters.

Dari voting suara, tercapai 107 mendukung, 12 menolak dan 59 abstain - sangat berbeda dari resolusi yang pernah disahkan tahun lalu dengan 133 di mendukung, kata Reuters.

Diplomat PBB mengatakan bahwa penurunan dukungan untuk resolusi pada hari Rabu menunjukkan tumbuh kegelisahan terhadap kelompok-kelompok pemberontak Suriah yang memerangi pasukan Bashar al-Assad dalam perang sipil yang telah berlangsung 2 tahun ini.

Duta Besar Suriah untuk PBB, Bashar Jafari, menyerukan negara-negara anggota dan 'Friends of Suriah' untuk menolak terhadap rancangan resolusi, mengatakan bila resolusi itu tidak memberikan resolusi politik untuk krisis Suriah yang sedang berlangsung.

Perwakilan Suriah itu juga mempertanyakan kelayakan Koalisi Oposisi Nasional tersebut yang memasok oposisi dengan senjata, saat berbicara pada Majelis Umum.

Di sisi lain Rusia, China dan Iran mendukung pendapat Jafari. Mereka mengatakan bahwa mendukung dan mengakui oposisi tidak akan menyelesaikan krisis.

Duta Besar Iran di PBB, Mohammad Khazaee, mengatakan rancangan resolusi Arab yang didukung oleh Majelis Umum merupakan pembiasan dari prinsip PBB.

Sementara itu, Arab Saudi mengutuk kekerasan dalam perang yang merobek Suriah dan dengan tegas menerima resolusi. Mereka juga mengatakan itu mendukung tuntutan dari oposisi Suriah.

Duta Besar Arab Saudi untuk PBB Abdallah al-Mouallimi menyalahkan pemerintah Suriah karena telah membunuh dan menggusur warga sipil. Mereka menambahkan bahwa jumlah orang yang tewas mungkin telah mencapai 80.000.

sumber: al-arabiya

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top