Setidaknya 58 orang tewas di Irak setelah dua ledakan menghantam sebuah masjid Sunni  dan bom lainnya menghantam sebuah prosesi pemakaman Sunni. Bom meledak di daerah komersial Sunni di Baghdad barat.

Bom pertama meledak saat jamaah berangkat menuju masjid Saria di kota Baquba, sebelah utara Baghdad. Bom kedua kemudian meledak setelah orang berkumpul di lokasi ledakan pertama, memakan korban sedikitnya 41 orang dan melukai 57, kata para pejabat kepada AFP.

Di Madain, selatan Baghdad, sebuah bom pinggir jalan meledak di dekat prosesi pemakaman bagi seorang pria Sunni, menewaskan delapan orang dan melukai sedikitnya 25 pejabat keamanan dan medis mengatakan, menurut AFP.

Sementara itu, para pejabat Irak mengatakan kepada AP bahwa sebuah bom meledak di lingkungan Sunni terutama di Baghdad barat, menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai 20.

Serangan pada hari Jumat adalah yang terbaru dalam serangkaian pemboman yang telah ditargetkan kepada Sunni, Syiah, aparat keamanan dan pemimpin suku, sejak pasukan keamanan menyerbu sebuah kamp dekat Sunni pada protes di Kirkuk sebulan lalu.

Pada hari Kamis, seorang pembom bunuh diri menewaskan 12 orang di pintu masuk Al-Zahraa Husseiniyah, tempat ibadah Syiah di kota Kirkuk.

Perdana Menteri Nuri al-Maliki disalahkan atas lonjakan terbaru dalam kekerasan intoleransi agama.

"Pertumpahan darah ... adalah hasil dari kebencian sektarian, "kata Maliki. "Kejahatan ini adalah hasil alami dari pola pikir sektarian."

Ketegangan antara pemerintah perdana menteri Syiah dan anggota minoritas Sunni telah meningkat akhir-akhir ini. Sebagian warga Sunni menuduh pemerintah Irak telah menargetkan komunitas mereka sendiri.

sumber: alarabiya

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top